Tak Berkategori

Perjalanan Panjang Sejarah Mesin Fotocopy Yang Harus Diketahui !

Berbicara mengenai peralatan kantor, sepertinya mesin fotocopy adalah salah satu peralatan yang harus ada pada setiap kantor. Mesin yang dipergunakan untuk menyalin bermacam dokumen dimensi kedalam bentuk lembaran kertas ini memang membuat biaya yang diperlukan untuk memperbanyak dokumen tersebut menjadi lebih murah.

Awal Mula Penemuan Mesin Fotocopy

Mesin fotocopy sendiri merupakan sebuah mesin atau alat dengan teknologi yang bisa menduplikasi atau menyalin berbagai bentuk dokumen, buku ataupun sumber lainnya kedalam betuk salinan berupa lembaran kertas. Sejarah mesin fotocopy bermula ketika mesin ini pertama kali ditemukan sekitar tahun 1939 oleh fisikawan Amerika bernama Chester Calrson.

Mesin fotocopy digerakan oleh energi berupa listrik statis. Penggandaan naskah atau dokumen yang dilakukan mesin ini dsebut dengan istilah xerografi. Awal penemuan mesin yang sangat membantu di dunia kerja maupun sekolah ini sangatlah panjang. Diawali dengan penemuan Xerografi oleh Chester Calrson yang sebelumnya bekerja sebagai penyalin berbagai dokumen paten di salah satu perusahaan analisis mengenai hak paten.

Dikarenakan pekerjaanya ini, Chester mulai berfikir bagaimana caranya agar dokumen – dokumen yang dikerjakannya bisa lebih cepat terselesaikan. Pada akhirnya ia menemukan ide untuk memebuat alat yang bisa mencetak dokumen secara berulang – ulang dengan waktu yang cukup singkat.

Dengan bermodalkan bacaan dari berbagai referensi mengenai mesin cetak, Chester menemukan konsep tentang elektrofotografi yang kemudian semakin disempurnakan. Hingga saat ini mesin dari konesp tersebut lebih dikenal sebagai mesin fotokopi yang banyak digunakan orang pada jaman sekarang.

Perkembangan Elektrografi Pada Sejarah Mesin Fotocopy

Awal dari konsep elektrofotografi ditemukan Chester ketika pada tahun 1938 ia mencoba membuat percobaan kecil dengan memanfaatkan bubuk karbon dan penyinaran matahari untuk memindahkan tulisan dari satu kertas ke kertas lainnya dengan menggunakan konsep photo – conductivity yaitu konsep tentang perubahan elektron yang terkena cahaya matahari , dimana dari proses perubahan eletron ini bisa menggandakan gambar.

Sebagaian besar dari literatur yang ada menyebutkan jika Chester berhasil menemukan mesin penyalin dengan menggunakan daya dari energi elektrostatik berupa xerografi. Menurut literatur, xerografi berasal dari bahasa yunani. Kata xerografi sendiri diambil dari 2 kata dasar yaitu xeros yang berarti kering dan graphos yang artinya menulis. Teknologi yang ditemukan Chester ini tidak menggunakan cairan kimia sama sekali, dan ia telah berhasil merubah paradigma tentung penulisan ulang dokumen yang merepotkan.

Pada tanggal 6 Oktober 1942, teknik ini akhirnya berhasil dipatenkan dengan nama elektrofotografi. Setelah dipatenkan dan terbukti berguna untuk menyalin, mesin fotokopi ini tidak seta merta langsung diminati banyak orang, justru tidak sedikit yang menilai hasil temuan Chester ini tidak memiliki masa depan menjanjikan. Pada Saat itu banyak perusahaan ternama yang menjual peralatan dan proses pemotretan seperto Kodak, IBM dan General Elelctric yang menolak mesin fotokopi ini untuk dipasarkan. Hampir putus asa, akhirnya Chester menemukan mitra yang mau membantu proses pemasaran mesin fotocopy tersebut dengan membantu Chester soal pendanaan dan usahanya. Mitra pertama Chester yaitu Batelle Memorial Institute.

Dari bantuan mitranya ini, akhirnya Chester berhasil meyakinkan sebuah perusahaan menengah yaitu Haloid Corperation yang berada di kota New York untuk bekerjasama mengembangkan konsep mesin elektrografi, dimana perusahaan ini bergerak pada bidang penjualan kertas foto.
Perusahaan Haloid kurang setuju dengan nama konsep elektrografi yang digunakan Chester, maka dari itu pihak Haloid mengajukan perubahan nama elektrografi dengan nama xerography.

Penamaan Xerography ini menjadi semakin komersial setelah diadopsi Xerox Corperation, yang kemudian menciptakan produk pertamanya dari konsep xerography tersebut yang dinamai Xerox 914. Produk ini merupakan mesin penyalin pertama yang bersifat otomatis karena menggunakan xerography. Mesin fotocopy ini dinamai Xerox 914 karena disesuaikan dengan fungsinya yang mampu menyalin kertas ukuran 9 inci X 14 inci.

Mesin penyalin pertama Dari Xerox Company ini semakin populer di kala itu, berkat kepopulerannya mesin ini mampu mengcopy hingga 100 ribu kertas setiap bulannya. Kepopulerannya mampu menyumbang pendapatan yang besar bagi perusahaan hingga 60 ribu dollar Amerika.

Pada Tahun 1958 Haloid mengubah nama perusahaan menjadi Xerox Company karena kesuksesan produk Xerox 914. Di waktu yang tidak jauh berbeda, Jepang juga telah mengembangkan berbagai produk gambar maupun optik, termasuk kamera, printer dan juga mesin fotocopy. Hanya saja Canon Company baru mengeluarkan mesin fotocopy pertamanya sekitar tahun 200 an, dengan produk petamanya yiatu Canon Pixma, seri yang dikususkan untuk mesin pencetak yang mengutamakan kecepatan sebagai keunggulannya. Dikarenakan inovasinya yang mutakhir, saat ini Canon juga menjadi saingan terberat dari berbagai Perusahaan mesin fotocopy lainnya seperti Nikon, Konica, epson, Sony, Kodak, hingga Xerox.

Prinsip Kerja Mesin Fotcopy

Pada dasarnya, sebuah mesin fotocopy terdiri dari beberapa unsur penting yang sangat berpengaruh pada prisip kerjanya. Pencahanyaan merupakan unsur penting pada mesin fotocopy. Cahaya sangat terang pada mesin ini dihasilkan dari lampu expose. Lampu inilah yang akan menyinari dokumen yang sebelumnya sudah dietakkan dengan posisi terbalik supaya teks berhadapan dengan kaca atau space yang memang digunakan untuk meletakkan dokumen asli yang ingin dicopy.

Gambar atau tulisan pada dukumen tersebut kemudian akan dipantulkan melalui lensa, kemudian lensa mengarahkannya pada tabung drum. Tabung berbentuk silinder ini biasanya terbuat dari aluminium yang dilapisi dengan selenium, sehingga tabung ini akan sangat sensitif terhadap cahaya. Gambar yang tampak lebih terang pada drum aluminium ini akan mengakibatkan banyak elektron bermunculan dan bisa menetralkan ion – ion positif dari kawat pijar atau biasa disebut corona wire yang terletak di sebelah atas drum. Bagian yang tidak terkena cahaya terang, menandakan bahwa area tersebut tidak bermuatan elektron sehingga tidak mengalami perubahan dan tetap bersifat positif. Toner (serbuk hitam) bermuatan negatif akan tertarik oleh ion postifif pada permukaan drum saat tegangan DC mulai dialirkan ketika mesin fotocopy dinyalakan.

Mesin fotocopy memang memiliki 2 bagian kawat pijar, yang pertama berada diatas drum atau biasa disebut sebagai kawat 1 dan yang kedua terletak di bagian bawah drum yaitu kawat 2. Saat beroperasi, kertas akan dimasukan di drum bagian bawah dari mesin fotocopy, kemudian drum akan berputar dan membawa kertas ke drum bagian atas. Namun sebelum mencapai drum bagian atas, kertas tersebut akan dijadikan bermuatan positif terlebih dahulu oleh kawat pijar 2 sehingga toner yang menempel pada kertas akan tertarik keatas. Setelah itu, kertas akan dilewatkan pada 2 buah rol yang sangat panas dengan tekanan kuat.

Panas inilah yang akan membuat toner meleleh kemudian akan menempel sangat erat pada kertas. Proses penempelan toner ini yang akan menghasilkan salinan atau copyan sesuai dokumen atau gambar yang sama persis dengan aslinya, hanya saja dalam warna hitam karena pencetakannya menggunakan lelehan dari serbuk hitam.

Dengan kemajuan teknologi seiring perkembangan jaman, saat ini sudah ada teknologi mesin fotocopy yang bisa melakukan salinan berwarna, dan hal ini tentunya akan semakin memepermudah kebutuhan anda untuk menyalin dokumen – dokumen penting berwarna dengan biaya yang lebih murah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *